Kampus Makassar Luncurkan Tiga Penelitian Inovatif Bidang Energi Terbarukan dan Teknologi Pangan, Raih Pendanaan Rp 2,5 Miliar dari Kemenristekdikti

Makassar — Kampus Makassar kembali menunjukkan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang serius dalam mengembangkan inovasi penelitian berkontribusi pada pembangunan nasional. Pada hari Kamis, 3 April 2026, kampus yang terletak di Jalan Sultan Alauddin Nomor 259 ini secara resmi meluncurkan tiga proyek penelitian inovatif yang akan dikerjakan oleh tim dosen dan mahasiswa bersama dengan mitra industri di Sulawesi Selatan.

Ketiga penelitian tersebut mencakup pengembangan panel surya organik berbasis material lokal, inovasi teknologi fermentasi untuk meningkatkan kualitas kopi arabika Toraja, serta sistem manajemen limbah pertanian berbasis Internet of Things (IoT). Total pendanaan yang diperoleh dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mencapai Rp 2,5 miliar untuk periode tiga tahun implementasi.

Latar Belakang Riset dan Visi Kampus

Kampus Makassar, sebagai salah satu universitas terkemuka di kawasan timur Indonesia, telah mengembangkan pusat-pusat penelitian yang fokus pada isu-isu lokal sekaligus relevan secara global. Keputusan untuk meluncurkan ketiga penelitian ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari perencanaan strategis yang matang selama dua tahun terakhir.

“Kami memahami bahwa tantangan yang dihadapi masyarakat Sulawesi Selatan sangat spesifik. Potensi energi surya yang luar biasa, keunggulan produk pertanian seperti kopi dan kakao, hingga persoalan pengelolaan limbah pertanian yang masih tradisional, semuanya memerlukan solusi berbasis riset dan inovasi teknologi,” ujar Dr. Andi Muh. Ridho, Rektor Kampus Makassar, dalam sambutannya pada acara peluncuran yang dihadiri sekitar 250 peserta dari akademisi, industri, dan pemerintah daerah.

Rektor Ridho menambahkan bahwa penelitian-penelitian ini dirancang tidak hanya untuk memperkaya literatur ilmiah, tetapi juga untuk memberikan dampak langsung pada kehidupan masyarakat. “Mahasiswa kami akan terlibat aktif dalam setiap tahap penelitian. Ini adalah bagian integral dari pembelajaran mereka dan juga kontribusi nyata kepada pengembangan daerah,” katanya.

Penelitian Pertama: Panel Surya Organik dari Material Lokal

Proyek penelitian pertama yang diluncurkan adalah pengembangan panel surya organik (organic photovoltaic/OPV) yang memanfaatkan material-material lokal yang tersedia di Sulawesi Selatan. Proyek ini dipimpin oleh Prof. Dr. Sukri Rahman dari Fakultas Teknik dan melibatkan 12 mahasiswa program magister bidang Teknik Elektro.

Menurut Prof. Sukri, penelitian ini didorong oleh keadaan geografis Sulawesi Selatan yang memiliki intensitas penyinaran matahari rata-rata 7-8 jam per hari sepanjang tahun. “Potensi ini sebenarnya luar biasa untuk pengembangan energi terbarukan. Namun, panel surya konvensional masih mahal untuk diterapkan secara masif di daerah-daerah yang belum terelektrifikasi,” jelasnya dalam wawancara eksklusif.

Panel surya organik yang dikembangkan memiliki keunggulan tersendiri. Selain lebih murah dalam proses produksi, material organik yang akan digunakan sebagian besar bersumber dari limbah pertanian dan bahan-bahan yang dapat diproduksi secara lokal. Tim peneliti menargetkan tingkat efisiensi konversi energi minimal 12 persen dalam fase pertama, dengan rencana peningkatan hingga 15 persen pada tahun ketiga penelitian.

“Kami sudah melakukan studi pendahuluan selama enam bulan dan hasilnya sangat menjanjikan. Sekarang dengan dukungan pendanaan dari Kemenristekdikti sebesar Rp 900 juta untuk tiga tahun, kami yakin dapat menciptakan prototipe yang siap untuk produksi komersial,” ujar Prof. Sukri dengan antusiasme.

Target aplikasi dari penelitian ini adalah pembangkit listrik tenaga surya skala kecil untuk rumah tangga dan usaha mikro di daerah terpencil Sulawesi Selatan. Pada akhir tahun ketiga, tim menargetkan minimal 10 unit prototipe dapat diuji coba di 10 desa berbeda di Kabupaten Gowa, Sinjai, dan Bulukumba.

Penelitian Kedua: Fermentasi untuk Peningkatan Kualitas Kopi Arabika Toraja

Proyek penelitian kedua berfokus pada pengembangan teknologi fermentasi inovatif untuk meningkatkan kualitas dan nilai tambah kopi arabika Toraja, yang selama ini dikenal sebagai salah satu kopi premium Indonesia dan diminati di pasar internasional. Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Siti Nurhaliza dari Fakultas Teknologi Pertanian dan melibatkan 8 mahasiswa program sarjana dan 6 mahasiswa magister.

Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan melalui perkebunan di dataran tinggi Toraja, menghasilkan kopi arabika berkualitas tinggi yang diminati pasar global. Namun, Dr. Siti mengatakan bahwa masih banyak potensi untuk meningkatkan kualitas organoleptik dan nilai ekonomis melalui optimalisasi proses fermentasi.

“Proses fermentasi adalah salah satu tahap paling krusial dalam pengolahan kopi pasca-panen. Tingkat keasaman, aroma, dan rasa kopi sangat dipengaruhi oleh kualitas fermentasi. Saat ini, petani kami masih menggunakan metode tradisional dengan kontrol kualitas yang minim,” jelas Dr. Siti dalam presentasinya.

Penelitian ini akan mengembangkan dua inovasi utama. Pertama, identifikasi dan isolasi strain mikroorganisme lokal yang optimal untuk fermentasi kopi arabika Toraja. Kedua, pengembangan sistem fermentasi terkontrol yang dapat diadopsi oleh kelompok tani skala kecil dan menengah dengan investasi terjangkau.

Dengan dukungan pendanaan sebesar Rp 850 juta, tim telah merencanakan kolaborasi dengan 15 kelompok tani di Tana Toraja dan Toraja Utara. “Pada akhir penelitian, kami menargetkan peningkatan nilai jual kopi mereka minimal sebesar 25 persen melalui peningkatan kualitas organoleptik. Kami juga akan mengembangkan panduan praktis dan workshop pelatihan untuk petani,” tambah Dr. Siti.

Penelitian Ketiga: Sistem Manajemen Limbah Pertanian Berbasis IoT

Proyek ketiga adalah pengembangan sistem manajemen limbah pertanian berbasis Internet of Things (IoT) yang komprehensif. Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Bambang Setiawan dari Fakultas Teknologi Informasi dan melibatkan kolaborasi lintas disiplin dengan 10 mahasiswa dari program Informatika dan Teknik Lingkungan.

Limbah pertanian adalah tantangan serius di Sulawesi Selatan, di mana sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Limbah berupa jerami, tongkol jagung, sekam padi, dan sisa tanaman lainnya sering dibakar, menciptakan polusi udara dan emisi karbon yang signifikan.

“Kami melihat limbah pertanian bukan sebagai masalah, melainkan sebagai sumber daya yang belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan teknologi IoT, kami dapat menciptakan sistem yang terintegrasi untuk monitoring, pengolahan, dan pendayagunaan limbah pertanian secara lebih efisien,” ungkap Dr. Bambang.

Sistem yang akan dikembangkan mencakup sensor IoT untuk monitoring volume dan jenis limbah pertanian, platform digital untuk menghubungkan petani dengan pengolah limbah dan industri yang membutuhkan bahan baku alternatif, serta model pengolahan limbah menjadi kompos, biochar, dan energi terbarukan. Total pendanaan untuk proyek ini adalah Rp 750 juta.

Pilotan sistem akan dilakukan di 5 kabupaten, dengan target jangkauan minimal 500 petani pada akhir tahun ketiga. “Kami juga akan mengembangkan aplikasi mobile yang user-friendly sehingga petani dapat dengan mudah melaporkan limbah mereka dan mendapatkan informasi tentang cara pengelolaannya,” kata Dr. Bambang.

Dukungan Pejabat Kampus dan Target Dampak

Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengembangan, Prof. Dr. Ir. Hasanuddin, menekankan pentingnya ketiga penelitian ini dalam konteks Rencana Strategis Kampus Makassar untuk periode 2024-2029.

“Ketiga penelitian ini mencerminkan komitmen kami untuk menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara optimal. Penelitian kami tidak tertutup dalam ‘menara gading’, melainkan langsung berinteraksi dengan masyarakat dan industri. Kami berharap pada lima tahun ke depan, Kampus Makassar dapat menjadi pusat inovasi terdepan di kawasan timur Indonesia untuk isu-isu energi terbarukan, agribisnis, dan teknologi lingkungan,” ungkap Prof. Hasanuddin.

Ketua Senat Akademik, Prof. Dr. Mardiana, juga memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. “Melibatkan mahasiswa dalam penelitian berkualitas tinggi adalah investasi terbaik untuk masa depan mereka. Pengalaman mereka dalam menangani proyek riset nyata akan memberikan bekal ilmu dan keterampilan yang tidak dapat diperoleh hanya dari perkuliahan biasa,” katanya.

Dampak Jangka Panjang dan Harapan

Direktur Program Studi Magister Teknik Elektro, Dr. Syaiful, memproyeksikan bahwa penelitian panel surya organik ini dapat menghasilkan minimal 2-3 publikasi internasional, 1 paten, dan 1-2 startup mahasiswa dalam tiga tahun ke depan.

Sementara itu, untuk penelitian kopi, Dr. Siti menargetkan adanya publikasi di jurnal internasional terkemuka bidang ilmu pangan, sertifikat keahlian bagi petani mitra, serta minimal 1 produk turunan kopi bernilai tambah yang diproduksi secara komersial.

Dari sisi manajemen limbah, Dr. Bambang berharap sistem IoT yang dikembangkan dapat diadopsi oleh dinas-dinas terkait di provinsi dan kabupaten/kota lainnya, dengan potensi lisensi teknologi yang menguntungkan bagi kampus.

Ketiga proyek penelitian ini telah menerima respon positif dari berbagai stakeholder eksternal. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan, Drs. Andi Budiman, menyampaikan dukungan penuh pemerintah daerah.

“Penelitian-penelitian ini sejalan dengan program pembangunan yang kami jalankan. Kami siap memberikan akses ke data, fasilitasi kemitraan dengan petani dan industri, serta membantu implementasi hasil penelitian untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Andi Budiman.

Sejumlah perusahaan lokal juga telah menunjukkan minat untuk menjadi mitra industri. PT Energi Sulawesi Selatan, perusahaan yang bergerak di sektor energi terbarukan, secara tertulis menyatakan kesiapan untuk melakukan joint venture dengan Kampus Makassar dalam mengkomersialkan panel surya organik.

Penutup

Peluncuran ketiga penelitian inovatif ini menandai babak baru dalam perjalanan Kampus Makassar sebagai universitas yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga kontribusi nyata melalui riset dan inovasi. Dengan total pendanaan Rp 2,5 miliar dari Kemenristekdikti, dukungan pemerintah daerah, dan antusiasme dari sektor industri, ketiga proyek ini memiliki peluang besar untuk berhasil dan menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.

Mahasiswa yang terlibat akan memiliki kesempatan emas untuk belajar sambil berbuat, sementara masyarakat Sulawesi Selatan dapat menikmati manfaat langsung dari inovasi-inovasi tersebut. Ini adalah bukti nyata bahwa penelitian akademis bukan sekadar ritual akademis, melainkan jembatan menuju pembangunan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Kampus Makassar telah membuktikan bahwa dari lokasi di timur Indonesia, inovasi berkualitas dunia dapat lahir dan berkontribusi pada penyelesaian masalah-masalah lokal yang konkret. Kini, tinggal menunggu hasil-hasil nyata dari ketiga penelitian ini dalam tiga tahun mendatang.

More From Author

Kampus Makassar Luncurkan Program Pembelajaran Hybrid Terpadu, Integrasi Teknologi AI untuk Meningkatkan Kualitas Akademik Mahasiswa

Kampus Makassar Luncurkan Program Beasiswa Komprehensif 2026, Targetkan 500 Mahasiswa Penerima Manfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Support Team


kampusbandung
kampusbanjar
kampusbatam
kampusbekasi
kampusbogor
kampuscirebon
kampusdepok
kampusjakarta
kampusmalang
kampusmedan
kampuspalembang
kampussemarang
kampusserang
kampussolo
kampussurabaya
kampussurakarta
kampustasikmalaya
kampusyogyakarta
negerikrpl
bandungzoo
tangkasjaya
vitamin33
ilmupolitikumw
teknikmesinumw
fakultaspeternakanumw
fakultasvokasiumw
fakultasfisipmandala
fakultaskeguruanumw
fakultassastraumw
fakultasarsitekturumw
fakultaskomputerumw
fakultasbiologiumw
fakultasfarmasiumw
fakultasekonomiumw
fakultasteknikumw
kehutananumw
administrasiumw
medikaumw
internasionalumw
cyberumw
elektromandala
farmasimandala
pendidikanmandala
kimiaumw
lpmuumw
statistikauumw
arsitekturumw
kedokteranumw
vokasiumw
sainsumw
pertanianumw
engineeringumw
lppmumw
analisumw
elektroumw
medisumw
pascaumw
prodisehatumw
cloudumw
arsipmandala
kepegawaianumw
puncakumw
unggulmandalawaluya
integritasumw
sinergiumw
mandiriumw
wawasanumw
mediatamaumw
infokampusumw
katalisumw
nukarangampel
smknukmpel
smknukrngpl
nahdlatulsmknu
smknkarangampel
smkkaranmpelnu
smknuampel
nusmkkarangampel
smknukrpl
karangampelnu
karangnusmk
abdimandalawaluya
aksesumw
aksimumandalawaluya
aktivisumw
alumniumwkendari
aspirasimandalawaluya
asramamandalawaluya
atletumw
bangunmandalawaluya
beritaumwkendari
bitmandalawaluya
cakrawalamandalawaluya
cendekiamandalawaluya
ceritamandalawaluya
citraumwkendari
cybermandalawaluya
daftarumwkendari
datamandalawaluya
dataumw
eventumw
exploreumw
globalmandalawaluya
hibahumw
hibahumwkendari
identitasmandalawaluya
ilmumandalawaluya
inovasimandalawaluya
inovasiumwkendari
jaringumwkendari
jejaringmandalawaluya
jemariumwkendari
kabarmandalawaluya
karirmandalawaluya
karyamandalawaluya
katalogumw
konselingumwkendari
kreatifmandalawaluya
layananumw
legalmandalawaluya
lpmmandala
mandalawaluyadigital
mandalawaluyahub
mediandalawaluya
mitramandalawaluya
mutumandalawaluya
narasimandalawaluya
ormawamandalawaluya
panduanumw
pelajarumw
penerbitmandalawaluya
portalmandalawaluya
prestaisumw
prodimandalawaluya
pustakamandalawaluya
pustakaumwkendari
ruangmandalawaluya
ruangumw
scimumw
sentramandalawaluya
sentraumw
servermandalawaluya
siberumwkendari
sinergimandalawaluya
smartumwkendari
studyumw
suaramandalawaluya
suaraumw
talentamandalawaluya
techumw
teknoumw
updateumw
virtualumw
visitumw
vokasiumwkendari
wifiumwkendari
homesmkkaplongan
sklkaplongan
kaplongansmk
smkkaplongan
smknu
helpdeskumw
mitraumw
prestasiumw
kolegiumumw
labumw
elearningumw
ejournalumw
galeriumw
repoumw
pmbumw
seminarumw
beasiswaumw
keuanganumw
citraumw
digilibmandala
elearningmandala
globalumw
insanumw
onlineumw
portalmandala
smartumw
sobatumw
analiskesehatanumw
asramauumwkendari
lpmuumwkendari
lppmumwkendari
manajemenmandala
pengabdianumw
beasiswauumw
biomandala
fibumw
fkumw
fpuumw
jurnalilmiahumw
labterpaduumw
lpmlmandala
pascasarjanaumw
pendidikumw
penelitianumw
perikananumw
pustakaumw
sosiologimandala
uptmandala
agroteknologiumw
bisnisdigitalumw
humaskampusumw
ilmupemerintahanumw
klinikkampusumw
perencanaanumw
saranaumw
teknikindustriumw
teknologipanganumw
pusatbahasaumw
doceumw
pblumw
ilmukelautanumw
karirmahasiswaumw
sisumw
informasibeasiswauumw
kampusumwkambu
kearsipanumw
kampusumwbaruga
sisteminformasiakadumw
kampusumwpoasia
ilmukomunikasiumw
giziubumw
agribisnismumw
tekniksipilmandalawaluya
teknikelektroumw
analiskesehatanmandalawaluya
laboratoriummandalawaluya
mabaumw
stafumw
beasiswamandala
kuliahumw
pelatihanmandala
pmbmandala
karirmandala
agendaumw
agroumw
akreditasiumw
alumnimandala
arsipumw
asetumw
asramaumw
auditumw
aulauwm
beritamandala
daftarmandala
dosenumw
e-journalmandala
edomumw
emailumw
fikesumw
himaumw
humasumw
infomandala
jurnalmandala
kabarmandala
kabarumw
kemahasiswaanmandala
kendariumw
kknumw
komunikasiumw
laboratoriumumw
legalumw
lmsumw
lpmumw
magangumw
mahasiswaumw
mapalaumw
mipaumw
mutuumw
perpusumw
ppgumw
pressumw
psikologiumw
pusatmandala
pusatumw
puskomumw
radioumw
rektoratumw
himaumw
sastraumw
sdmumw
sipegumw
sipilumw
sistermandala
ukmumw
uktumw
wismaumw
wisudaumw
yudisiumumw
bidanunimus
febunimus
fkmunimus
fkunimus
nersunimus
kampusmandala
lpsmumw
statistikumw